Cari Blog Ini
Apa kabar para warga TANI....saya yakin semua dalam keadaan sehat walafiat lahir dan batin....Saya baru saja menguji sebuah alternatif untuk mengihindari layu akibat pantulan dari mulsa untuk tanaman semangka. Dan saya yakin bisa diterapkan di DUNIA CABE.
Alternatifnya adalah dengan menggunakan tabung bambu. Tabung bambu yang semula panjang, kita potong sepanjang kurang lebih 5 cm, Tetapi hindari rosnya. Yang kita butuhkan hanya tabung nya bukan ros. Potonglah sebanyak yang dibutuhkan.
Untuk pemasangannya ketika ponjo (waktu tanam). Bibit ditanam dahulu kemudian masukkan tabung bambu tersebut. Seperti gambar dibawah ini.
Semangka berbentuk segi empat ini adalah hasil olahan petani di Prefektur Kagawa, sebelah barat daya Pulau Shikoku. Lalu, bagaimana cara membuatnya?? apa mereka memakai bibit tertentu??
Tidak, mereka membuatnya dengan memasukkan semangka kedalam sebuah kotak berbentuk kaca seperti ini.
Selamat mencoba.
Semangka merupakan tanaman semusim, yang buahnya banyak digemari karena memberikan rasa segar terutama jika dimakan pada waktu cuaca panas. Penanaman semangka umumnya dilakukan di lahan sawah setelah padi dengan memanfaatkan air irigasi, namun tidak menutup kemungkinan bila dibudidayakan di lahan kering yang memiliki sumber air kecil pada musim kemarau dengan memanfaatkan teknologi tandon air/embung. Dengan pengelolaan air dari tandon air/embung memungkinkan diperoleh keuntungan yang lebih tinggi jika dimanfaatkan untuk berusahatani semangka dibandingkan dengan tanaman lain seperti jagung dan kacang tanah.
SYARAT TUMBUH
Semangka biasanya di tanam pada dataran rendah dan akan berhasil baik bila ditanam dengan keadaan daerah sebagai berikut:
- Ketinggian 100-300 m dpl.
- Topografi datar, tekstur tanah berpasir atau lempung berpasir, struktur remah dan gembur, banyak mengandung bahan organik, pH berkisar 5,9-7,2.
- Tempat terbuka, penyinaran penuh dengan kisaran suhu 22' C-30'C dan kelembaban kurang dari 80%.
- Rata-rata curah hujan 40-50 mm/bulan.
TEKNIK BUDIDAYA
- Pengolahan tanah dan persiapan bedengan
Pengolahan tanah untuk tanaman semangka sedikit berbeda dengan
tanaman hortikultura lainnya. Bedengan dibuat dengan lebar 3 meter dan
bagian yang diolah hanya 80-100 cm dari pinggir, sedangkan bagian
tengahnya cukup dibabat saja. Tanah yang diolah dibuat guludan dan
pada pinggir guludan dibuat saluran drainase dengan lebar 40 cm dan
kedalaman ± 10-15 cm, yang nantinya digunakan untuk
mengairi/penyiraman. - Pembuatan lubang dan pemberian pupuk kandang
Lubang tanam dibuat pada guludan dengan ukuran 20x20x20 cm, dan jarak antar lubang ± 1 meter. Pupuk kandang diberikan seminggu sebelum tanam sebanyak 2-3 kg setiap lubang dengan cara mencampurkan pada tanah galian lubang. - Pembibitan
Agar benih dapat tumbuh baik, sehat dan cepat beradaptasi dengan lingkungan maka perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan kegiatan sebagai berikut:· Benih direndam dalam larutan Benlate atau Dithane M-45 (0,5-1
gram/liter) selama ± 6 jam.
· Siapkan 3 lembar kertas koran yang telah dibasahi, letakkan/susun benih yang telah direndam kemudian tutup dengan 3 lembar kertas koran yang telah dibasahi dan selama + 2 hari usahakan kertas koran dalam keadaan lembab.
· Setelah benih berkecambah dapat dipindahkan ke kantong plastik/polybag dengan media semai dari tanah dan pupuk kandang (3 :1).
· Persemaian/polybag ditempatkan pada tempat terbuka dengan diberi naungan yang dapat diatur.
· Pemeliharaan bibit meliputi penyiraman, pengaturan naungan dan pengendalian hama dan penyakit. - Penanaman
Bibit semangka siap dipindahkan apabila telah berdaun 4 lembar (berumur 14 hari). Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disiapkan 2 tanaman per lubang. Penanaman bibit dilakukan dengan cara membasahi media bibit kemudian kantong polybag disobek dengan pisau dan dilepas, lalu bibit ditanam sebatas leher akar tanaman. - Pemberian mulsa
Mulsa diberikan dengan menghamparkan mulsa (jerami) di atas permukaan bedengan. - Pemeliharaan tanaman:
- Pemupukan
Pertumbuhan dan hasil tanaman semangka ditentukan oleh ketersediaan hara di dalam tanah, sehingga untuk memenuhi kebutuhannya diperlukan usaha pemupukan. Sebagai acuan pemupukan disajikan pads tabel berikut :
- Pupuk Kandang: 2-3 kg/lubang diberikan 7 hari sebelum tanam
- Urea/Za: 10gr/lubang, diberikan ketika berumur: saat tanam, 14 HST, 28 HST, 42 HST.
- SP-36: 10gr/lubang, diberikan ketika berumur: saat tanam, 14 HST, 28 HST.
- KCl:10gr/lubang, diberikan ketika berumur: saat tanam, 14 HST, 28 HST, 42 HST.
- Penyiraman
Penyiraman dilakukan 4 hari sekali dengan mengalirkan air dari tandon air ke selokan dan dibiarkan sampai selokan penuh dan air meresap ke petakan tanaman. - Penyiangan
Penyiangan dilakukan apabila gulma tumbuh di petakan lahan dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan tanaman. - Pengendalian hama dan penyakit
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pengendalian hama penyakit sangat penting, oleh karena itu harus dilakukan tepat waktu, tepat dosis dan jenis obat. Pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit diperlukan penyemprotan secara rutin 5-7 hari sekali baik menggunakan insektisida maupun fungisida sesuai engan gejala serangan. - Pemangkasan dan pemilihan buah
Untuk mendapatkan bush yang berukuran besar dalam satu tanaman cukup dipelihara 1-2 buah saja. Untuk itu dipilih dua cabang lateral ditambah satu cabang utama. Bakal buah yang dipertahankan yaitu bakal bush yang tumbuh pada jarak 1,5-2 m dari pangkal batang atau antara ruas 8-15. - Panen
Panen dilakukan apabila buah sudah masak yang ditandai dengan sudah mengeringnya sulur dekat tangkai buah atau tangkai buah sudah kekuningan dan bila buah diketuk terasa bergetar.
suber: Suprapto dan Nyoman Adi Jaya (2000). Laporan Akhir Penelitian SUT
Diversivikasikan Lahan Marginal di Kecamatan Gerokgak, Buleleng

Pada tahun kedua penelitian, tujuh labu dan squash rootstocks sedang diperiksa untuk perlawanan penyakit dan kemudahan mencangkok untuk melindungi semangka terhadap layu Fusarium yang dapat menghancurkan tanaman melon. Mencangkok, banyak digunakan di Asia, menawarkan alternatif untuk menggunakan pestisida kimia metil bromida.
Richard Hassell, hortikulturis di Clemson's Pesisir Penelitian dan Pendidikan Center di Charleston, adalah mengadaptasi sistem produksi yang dicangkokkan untuk digunakan di South Carolina. Dia adalah penjarangan baris mengevaluasi dan mencari cara untuk mengurangi biaya mencangkok. Ia berharap kualitas yang lebih baik dan lebih produksi buah per tanaman akan mengimbangi biaya $ 1 dari setiap dicangkokkan transplantasi.
"Kami memiliki beberapa indikasi yang dicangkokkan tegas fleshed melon menghasilkan buah, yang dipotong kepentingan industri yang segar," kata Hassell.
Semangka Nasional Asosiasi dikirim dicangkokkan tanaman untuk evaluasi di lokasi penelitian di Florida, Georgia, South Carolina dan North Carolina. Di South Carolina, penanaman berada di Clemson's Pesisir pusat dan Edisto Pusat Penelitian dan Pendidikan di Blackville. Proyek dukungan juga datang dari semangka asosiasi di setiap negara.

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa
tidak terjadi interaksi yang nyata antara
perlakuan penyambungan dengan beberapa
varietas melon sebagai batang atas pada
parameter saat pecah tunas, panjang tanaman,
jumlah daun dan umur saat berbunga. Pada
Tabel 1 dapat diketahui bahwa penyambungan
melon dengan waluh menyebabkan waktu yang
dibutuhkan untuk pecah tunas lebih lama
dibandingkan dengan tanaman yang tanpa
disambung. Hal tersebut disebabkan tanaman
melon sambungan membutuhkan waktu untuk
membentuk kalus dan menyembuhkan luka
bekas sambungan (Setiadi dan Parimin, 2002).
Panjang tanaman, jumlah daun dan saat
berbunga dipengaruhi oleh perlakuan penyambungan
melon dengan waluh. Tanaman
yang disambung menunjukkan panjang tanaman
dan jumlah daun lebih besar daripada tanpa
disambung, dan dapat mempercepat waktu berbunga.
Menurut Golecki dan Schulz (1998),
ketika tanaman disambung akan terjadi penambahan
protein yang terdiri atas sekurangkurangnya
9 polipeptida yang akan muncul pada
batang atas setelah 9-11 hari dilakukan
penyambungan. Perbedaan polipeptida tersebut
diduga akan mempengaruhi karakter tumbuh
tanaman dan akan diproyeksikan pada pertumbuhan
vegetatif dan generatif tanaman.
Perbedaan varietas melon yang diuji
hanya berpengaruh nyata pada peubah panjang
tanaman dan jumlah daun. Varietas Ten Me
menunjukkan tanaman terpanjang, sedangkan
Autumn Sweet mempunyai jumlah daun
terbanyak. Ketiga varietas tersebut tidak
menunjukkan beda nyata pada saat pecah tunas
dan waktu berbunga.
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa
terjadi interaksi antara perlakuan penyambungan
dengan beberapa varietas tanaman melon Ameria
sebagai batang atas pada peubah berat buah dan
diameter buah. Pada Tabel 2 dapat diketahui
bahwa varietas Ameria sangat respons terhadap
penyambungan dan menunjukkan pertambahan
berat buah terbesar yaitu kenaikan sebesar 63.5%,
varietas Ten Me mengalami kenaikan sebesar
37.9%, sedangkan varietas Autumn Sweet hanya
mengalami kenaikan sebesar 18.8 % dibandingkan
dengan yang tanpa disambung. Diameter buah
memperlihatkan trend yang sama dengan berat
buah. Hal tersebut menunjukkan bahwa varietas
Ameria mempunyai persamaan sifat lebih besar
dengan tanaman waluh sebagai batang bawah
sebagai salah satu dari faktor yang mempengaruhi
pembentukan penyambungan. Hartmann dan
Kester (1991) menyatakan bahwa ketidakserasian
antara batang atas dan batang bawah dapat
disebabkan oleh adanya perbedaan genetis,
fisiologis, biokimia dan anatomi yang dapat
mengakibatkan pertumbuhan sambungan yang
abnormal (inkompatibel). Hadiati et al. (1994)
menambahkan bahwa kompatibilitas batang atas
dan batang bawah yang serasi mampu
menghasilkan tanaman yang vigor, sebaliknya
yang kurang serasi mengakibatkan terhambatnya
pertumbuhan dan pembengkakan batang di sekitar
tempat okulasi.
Penyambungan meningkatkan kadar glukosa
sebesar 7.79%. Varietas Ten Me mempunyai rasa
termanis karena mempunyai kadar glukosa terbesar
. Hasil pengamatan secara visual (deskripsi)
pada bentuk buah, warna daging buah dan tekstur
kulit buah menunjukkan tidak terdapat perbedaan
antara tanaman melon yang disambung dengan yang
tidak disambung.
Penyambungan menyebabkan tertundanya
saat pecah tunas dan saat berbunga, meningkatkan
jumlah daun dan panjang tanaman. Berat buah dan
diameter buah meningkat dengan penyambungan
melon dengan waluh sebagai batang bawah.
Varietas Ameria sangat respons terhadap
penyambungan, sedangkan Autumn Sweet memiliki
respons terkecil pada penyambungan.
Penyambungan meningkatkan kadar glukosa
sebesar 7.79%, sedangkan pengamatan secara visual
(deskripsi) pada bentuk buah, warna daging buah
dan tekstur kulit buah tidak terdapat perbedaan.


WESLACO - Vine penurunan telah berdampak tanaman melon Texas Selatan selama bertahun-tahun. Serangan penyakit ini di akhir musim tanam, pada saat kebanyakan petani memikirkan panen. Tapi sama seperti semangka mulai matang, tanaman dan keuntungan layu dan mati.
Juga dikenal sebagai tiba-tiba layu, penyakit ini disebabkan oleh jamur yang bertalian tanah disebut Monosporascus cannonballus. Ini kerusakan sistem akar, sehingga mereka tidak dapat pasokan air dan nutrisi melon perlu mengembangkan dan bertahan. Honeydew tanaman juga dapat dipengaruhi.
Melon lain tumbuh daerah daerah, termasuk Israel, juga menderita penyakit yang sama. Sampai sekarang, para petani di sini telah memiliki beberapa keberhasilan dengan mengasapi tanah dengan metil-bromida. Tapi ini bahan kimia tidak ramah lingkungan dan akan segera dilarang digunakan di seluruh dunia.
Upaya untuk berkembang biak melon varietas tahan dan mencari alternatif fumigants sedang berlangsung, namun solusi tersebut akan memakan waktu.
Dua orang Texas Agricultural Experiment Station ilmuwan di Weslaco, Dr. John Jifon, sayuran stres fisiologis, dan Dr Kevin Crosby, seorang peternak sayuran, berpikir mencangkok dapat memberikan metode alternatif pengelolaan penyakit.
Oleh mekanis mencangkok varietas melon komersial (keturunan) ke yang lebih kuat dan tahan sistem akar dari labu hibrida, kedua ilmuwan berharap untuk mengembangkan tanaman yang akan tahan terhadap infeksi akar dan kekeringan berikutnya stres.
"Beberapa rootstocks ini mampu dengan cepat regenerasi akar untuk menggantikan mereka yang rusak oleh jamur," Jifon berkata, "dan kami pikir ini adalah mekanisme yang dapat membantu bertahan hidup varietas komersial rentan infeksi."
Setelah bibit germinating mereka dalam flat di rumah kaca, rootstocks mencangkok Jifon mulai dari melon squashes dan alami dalam program penangkaran Crosby dengan Primo, yang paling banyak digunakan berbagai blewah komersial di Texas Selatan.
"Kami akan memungkinkan tanaman untuk menyembuhkan dicangkokkan selama dua atau tiga minggu dalam suhu dan kelembaban ruang pertumbuhan yang dikendalikan," kata Jifon. "Kemudian beberapa benih akan dipindahkan ke lapangan plot untuk evaluasi sementara yang lain akan diinokulasi dengan jamur dalam rumah kaca untuk fisiologis rinci penilaian."
Mencangkok melon ke rootstocks berbeda bukanlah suatu pendekatan baru, kata Crosby. Praktek ini sering digunakan di Jepang, Korea, dan wilayah Mediterania.
"Orang-orang Israel juga memiliki beberapa keberuntungan dengan mencangkok melon," katanya, "tapi mereka tumbuh varietas yang berbeda daripada kita, jadi kita perlu untuk menguji komersial kami melon varietas dengan berbagai rootstocks untuk melihat yang berperforma terbaik."
Jifon eksperimen di Texas A & M University System Agricultural Research and Extension Center di Weslaco merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang didanai melalui Departemen Pertanian Texas's Texas-Israel Dewan Dana Exchange bekerjasama dengan Binational Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fund (Bard).
Selain Jifon dan Crosby, Dr Daniel Leskovar, fisiologi tanaman dengan Stasiun Percobaan Uvalde, dan sekelompok ilmuwan di Israel juga bekerja pada proyek ..
Jika tes Jifon yang sukses, mencangkok ribuan tanaman melon produksi komersial akan menjadi membosankan dan mahal proposisi, katanya. Tetapi petani akan melihat manfaat lain.
"Ini akan mengurangi jumlah fungisida seorang penumbuh harus membeli dan menggunakan," kata Jifon. "Ini cara yang lebih ramah lingkungan untuk tumbuh melon dan itu akan menawarkan sebuah solusi hingga varietas tahan dapat dikembangkan, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun."
sumber: http://agnewsarchive.tamu.edu/dailynews/stories/HORT/Jul0705b.htm
BANYAK JALAN MENUJU ROMA. Banyak cara untuk menghemat biaya dengan dalih untuk mencapai hasil yang maksimal. Demikian juga untuk budidaya semangga, baik non biji maupun berbiji.
Berikut teknik untuk budidaya semangka dengan cara GRAFTING atau sambung.
A. Menyambung.
Bibit batang bawah harus memiliki setidaknya satu daun sejati dan keturunan bibit harus memiliki satu atau dua daun sejati (Gambar 1a).
Dengan satu potong, menghilangkan satu kotiledon dengan titik tumbuh melekat (Gambar 1b). Hal ini penting untuk membuang titik tumbuh dan kotiledon bersama, sehingga bibit batang bawah tumbuh tunas baru setelah sambung. Ini adalah salah satu keuntungan menggunakan sistem sambung.
Potong keturunan dan dipotong sesuai dengan dua permukaan, batang bawah dan keturunan (Gambar 1c). Tahan di tempat dengan klip mencangkok (Gambar 1d dan 1e). Tempat pembibitan yang dicangkokkan dalam ruangan dengan kelembaban yang tinggi sekitar 77 ° F dan membuang bagian yang tidak terpakai.


Keuntungan:
1) Simple teknik, hampir semua orang bisa melakukan.
2) Satu-satunya tugas setelah mencangkok adalah untuk menghapus klip - tidak pemangkasan bagian tanaman yang tidak diinginkan setelah penyembuhan.
Kekurangan:
Memerlukan kontrol hati-hati kelembaban, cahaya, dan suhu setelah okulasi. Dapat mengalami kegagalan tinggi karena buruknya pengendalian lingkungan dan penyakit yang mungkin di bawah kondisi kelembaban yang tinggi.
B. Side Graft
Bibit batang bawah harus memiliki setidaknya satu daun sejati dan keturunan bibit harus memiliki satu atau dua daun sejati (Gambar 2a).
Dengan pisau tajam atau silet, memotong celah sepanjang jalan melalui batang dari batang bawah (Gambar 2b).
Potong keturunan dan masukkan ke dalam celah dari batang bawah (Gambar 2c). Tahan di tempat dengan klip mencangkok (Gambar 2d). Tempat pembibitan yang dicangkokkan dalam ruangan dengan kelembaban yang tinggi sekitar 77 ° F dan membuang bagian yang tidak terpakai.

Keuntungan:
Simple teknik.
Kekurangan:
1) Memerlukan kontrol hati-hati kelembaban, cahaya, dan suhu setelah okulasi. Dapat mengalami kehilangan tinggi karena buruknya pengendalian lingkungan dan penyakit yang mungkin di bawah kondisi kelembaban yang tinggi.
2) Setelah penyembuhan graft serikat, memerlukan penghapusan bagian atas dari batang bawah. Ini memerlukan waktu dan tenaga kerja tambahan namun memungkinkan keturunan sendiri untuk membentuk kanopi tanaman.
C. Pendekatan Graft
Dan keturunan bibit batang bawah harus memiliki satu atau dua daun sejati (Gambar 3a).
Dengan pisau tajam atau silet, memotong sebuah celah miring setengah jalan melalui batang dari batang bawah dan miring malah celah setengah jalan melalui batang keturunan (Gambar 3b). Sesuai dengan celah sehingga mereka tumpang tindih dan kemudian lapisi dengan aluminium foil atau bahan khusus yang tersedia untuk tujuan ini (Gambar 3c dan 3d).


Tempatkan benih dalam nampan dengan ukuran lebih besar dari benih. Tempatkan hasil penyambungan dengan kelembapan seperti didalam rumah kaca.
Keuntungan:
1) Relatif teknik sederhana.
2) kelembaban tinggi dan lingkungan cahaya rendah tidak diperlukan untuk sukses penyembuhan ini. Lingkungan rumah kaca normal sudah cukup.
Kekurangan:
1) Setelah penyembuhan graft , menuntut penghapusan bagian atas dari batang bawah sekitar sembilan hari setelah melakukan oprasi. Juga mengharuskan pemutusan akar keturunan setelah tambahan dua atau tiga hari. (dan kemudian akan ditanam ke lapangan dalam waktu sekitar tiga hari lagi.)
D. Hole Insertion Graft
Bibit batang bawah harus memiliki satu kecil daun sejati dan keturunan bibit harus memiliki satu atau dua daun sejati (Gambar 4a).
Dengan menunjuk probe, keluarkan dari batang bawah daun sejati tumbuh bersama dengan titik (Gambar 4b). Hal ini penting untuk menghapus semua titik pertumbuhan masa depan untuk mencegah pertumbuhan tunas batang bawah. Ini adalah salah satu keuntungan dari sistem ini.
Gunakan probe untuk membuka celah di sepanjang satu sisi pada bagian atas dari batang bawah di batang, dimana batang menghubungkan ke cotyledons. Potong keturunan dan masukkan ke dalam batang bawah (Gambar 4c). Tahan di tempat dengan klip mencangkok (Gambar 4d). Tempat pembibitan yang dicangkokkan dalam ruangan dengan kelembaban yang tinggi sekitar 77 ° F dan membuang bagian yang tidak terpakai.

Keuntungan:
1) Satu-satunya tugas setelah mencangkok adalah untuk menghapus klip - tidak pemangkasan bagian tanaman yang tidak diinginkan setelah penyembuhan dari operasi
Kekurangan:
1) Memerlukan sedikit lebih keterampilan daripada kebanyakan teknik mencangkok lain.
2) Memerlukan kontrol hati-hati kelembaban, cahaya, dan suhu setelah okulasi. Dapat mengalami kehilangan tinggi karena buruknya pengendalian lingkungan dan penyakit yang mungkin di bawah kondisi kelembaban yang tinggi.
suber translate dari: http://www.hos.ufl.edu/vegetarian/06/Jan%2006/watermelon%20grafting.htm






